• SMA NEGERI 1 MANGGAR
  • Totality Is The Key To Quality

Peluang, Jurus Jitu Predikasi Masa Depan

Matematika selalu menjadi momok menakutkan bagi sebagian besar siswa. Hal ini tidak lain karena berbagai anggapan yang mengatakan bahwa matematika itu sulit. Atau bahkan beberapa diantaranya mengatakan matematika adalah pelajaran yang sangat membosankan karena terlalu banyak hafalan rumus. Tidak hanya itu, jawaban dari soal matematika juga terbatas. Artinya tidak seperti pelajaran lain yang bisa mendapatkan nilai dari gaya bahasa, kreativitas, atau alasan analitik, dalam matematika hanya ada benar dan salah. Sering terjadi ketika mengerjakan persoalan matematika yang panjang, semua langkah yang dikerjakan adalah benar. Namun ada salah perhitungan atau penulisan nilai minus, satu kesalahan kecil tersebut akan membuat perhitungan matematika menjadi salah. Hal-hal tersebut menambah deretan panjang sebagian besar siswa menjadi tidak tertarik dengan matematika.

Ketidaktertarikan siswa akan matematika nyatanya tidak mengurasi nilai esensial dari matematika itu sendiri. Matematika tetap menjadi ilmu dasar yang harus dikuasai. Akibatnya matematika menjadi mata pelajaran pokok disekolah, dimana sebagian besar pembelajaran juga membutuhkan kemampuan matematika didalamnya. Kemudian matematika juga berhubungan dengan prestasi belajar pada mata pelajaran lainnya termasuk pelajaran yang bersifat non eksakta. Artinya jika seseorang menguasai matematika maka akan besar kemungkinannya untuk menguasai mata pelajaran lainnya.

Pentingnya penguasaan matematika selama ini, ternyata belum meningkatkan kesadaran siswa dalam belajar. Kenyataan dilapangan menunjukkan masih banyaknya siswa yang tidak memiliki kesadaran mandiri dalam belajar matematika. Banyak diantara mereka yang hanya sekedar menghapal rumus tanpa tahu cara pengaplikasiannya. Hal ini salah satunya disebabkan enggannya siswa untuk mengulang kembali pembelajaran yang didapatkannya disekolah. Kebanyakan dari mereka hanya belajar ketika disekolah, tanpa mengulangi lagi pembelajaran tersebut dirumah. Padahal pembiasaan tersebut dapat membuat siswa tersebut dapat lebih mudah menguasai materi-materi sulit yang terkesan sederhana.

Salah satu materi yang sulit dan terkesan sederhana tersebut adalah materi peluang. Materi ini sering dianggap sepele, namun nyatanya masih banyak siswa yang keliru dalam menyelesaikan persoalan terkait materi ini. Seperti yang diketahui, materi peluang sendiri merupakan salah satu materi esensial dalam pembelajaran matematika. Kita dapat memprediksi suatu kejadian yang akan datang dengan mengaplikasikan materi ini dalam kehidupan. Misalnya saja, terdapat pemberitaan bahwa 90%  besok akan turun hujan, artinya kemungkinan terbesar besok akan turun hujan. Oleh karena itu, materi ini sangat penting dikuasai siswa sehingga bisa membaca/mempredikasi kejadian atau fenomena yang akan terjadi dimasa depan.

Seperti yang dikatakan sebelumnya, materi peluang ini memang sering dianggap demikian. Masih banyak siswa kesulitan dalam belajar peluang karena kurangnya kemampuan menganalisis suatu permasalahan dengan tepat. Hal ini sesuai dengan yang terjadi selama penulis mengajar di SMAN 1 Manggar. Masih banyak siswa kebingungan dalam belajar materi peluang. Misalkan saja dalam soal berikut: “Suatu ujian terdapat 10 soal, nomor 1 sampai nomor 10. Jika soal nomor 3, 5, dan 7 harus dikerjakan dan peserta ujian hanya diminta mengerjakan 8 dari 10 soal yang tersedia, maka banyak cara seorang peserta ujian memilih soal yang dikerjakan adalah…”. Dalam soal ini siswa dituntut untuk dapat menggunakan kemampuan intelektual dalam menganalisis suatu permasalahan.  Akan tetapi, kenyataannya masih banyak siswa yang kebingungan untuk menentukan formula yang tepat menyelesaikan soal tersebut.

Hal ini didukung oleh penelitian Jamal (2020) yang mengatakan kesulitan siswa dalam belajar materi peluang adalah kurangnya pemahaman konsep. Dimana siswa kebanyakan salah dalam: 1) memasukkan rumus untuk penyelesaian 2) sering tertukarnya siswa menentukan antara aturan perkalian dengan permutasi dan permutasi dan kombinasi dan sebaliknya. Hal tersebut menyebabkan siswa lebih dominan sulit membahas  aturan perkalian, permutasi dan kombinasi. Dengan demikian masih banyak siswa kesulitan dalam memahami materi peluang.

Guna mengatasi hal tersebut guru perlu memberikan banyak latihan soal kepada siswa. Latihan yang dimaksud adalah latihan menganalisis permasalahan yang terjadi. Sebagai guru, kita juga perlu memberikan tantangan kepada siswa memecahkan masalah-masalah terkait peluang yang lebih kontekstual. Tantangan tersebut diharapkan dapat menambah motivasi siswa dalam belajar. Tentunya sebelum hal tersebut dilakukan, kita sebagai guru perlu menguatkan dasar. Artinya kita harus mulai dari permasalahan sederhana menuju permasalahan yang lebih kompleks. Yuk kita buat siswa kita handal membaca peluang kedepan!

Oleh: Robiansyah, S.Pd

Guru Matematika SMAN 1 Manggar

Artikel ini telah terbit di harian Belitong Ekspres pada Selasa 19 April 2022

Komentari Tulisan Ini
Tulisan Lainnya
Persembahkan Kado HUT RI, Tim Futsal SMAN 1 Manggar Juara BIP CUP 2025

MANGGAR, BELITONGEKSPRES.CO.ID - Tim futsal SMAN 1 Manggar kembali mengukir prestasi gemilang di kancah olahraga pelajar Kabupaten Belitung Timur (Beltim). &nb

26/08/2025 19:20 WIB - Administrator
Gubernur Bangka Belitung Resmikan Wall of Fame SMAN 1 Manggar

Gubernur Kepulauan Bangka Belitung, Hidayat Arsani meresmikan Wall of Fame SMA Negeri 1 Manggar di Kabupaten Belitung Timur, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Rabu (13/

26/08/2025 19:13 WIB - Administrator
SMAN 1 Manggar Raih Juara 2 Regional Lomba Sekolah Siaga Kependudukan Paripurna Nasional

Manggar – Prestasi membanggakan kembali diraih oleh SMA Negeri 1 Manggar. Sekolah yang berlokasi di Kabupaten Belitung Timur ini berhasil meraih Juara 2 Regional (11 Provinsi) dal

26/08/2025 19:06 WIB - Administrator
SMAN 1 Manggar Sapu Bersih Gelar Juara LDBI Belitung Timur 2025, Siap Wakili ke Tingkat Provinsi

Prestasi gemilang kembali diraih SMAN 1 Manggar. Dalam ajang Lomba Debat Bahasa Indonesia (LDBI) tingkat Kabupaten Belitung Timur tahun 2025, sekolah unggulan ini berhasil menyapu bersi

26/08/2025 18:58 WIB - Administrator
SMAN 1 Manggar Pertahankan Juara Umum O2SN Beltim, Tangguh Meski Lomba Daring

SMAN 1 Manggar kembali mencatatkan prestasi gemilang di ajang Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) tingkat SMA se-Kabupaten Belitung Timur tahun 2025. Untuk kedua kalinya secara ber

26/08/2025 18:53 WIB - Administrator
Staf Ahli Gubernur Babel Buka MPLS SMAN 1 Manggar, Tekankan Karakter dan Etika Digital

Manggar – Senin pagi, 14 Juli 2025, aula utama SMAN 1 Manggar dipenuhi semangat baru. Ratusan siswa berseragam putih biru berganti putih abu-abu, duduk dengan penuh harap di bangk

26/08/2025 18:48 WIB - Administrator
SMAN 1 Manggar Raih Juara Umum FLS3N Tiga Tahun Berturut

SMA Negeri 1 Manggar kembali mencatatkan prestasi membanggakan dengan meraih gelar Juara Umum Festival dan Lomba Seni dan Sastra Siswa Nasional (FLS3N) tingkat Kabupaten Belitung Timur

26/08/2025 18:43 WIB - Administrator
Workshop Disiplin Positif di SMAN 1 Manggar: Mewujudkan Sekolah Aman, Berkarakter, dan Bebas Bullying

Komitmen menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan bebas dari bullying terus digalakkan oleh SMAN 1 Manggar. Salah satu upaya nyata diwujudkan melalui Workshop Disiplin Posi

26/08/2025 18:38 WIB - Administrator
Guru SMAN 1 Manggar Raih Juara 2 Nasional Berkat Cerita Inspiratif Jadi ASN

Kabar membanggakan kembali datang dari sekolah berprestasi di Kecamatan Manggar, Kabupaten Belitung Timur (Beltim).  Hariyanto, guru Biologi di SMAN 1 Manggar, berhasil meraih Juar

26/08/2025 18:33 WIB - Administrator
Tax Goes to School 2025: Siswa SMAN 1 Manggar Belajar Pajak Lewat Simulasi UMKM

MANGGAR, BELITONGEKSPRES.CO.ID – Semangat edukasi pajak sejak dini digaungkan melalui kegiatan Tax Goes to School (TGTS) 2025 yang digelar di SMAN 1 Manggar pada Rabu, 21 Mei

08/08/2025 08:09 WIB - Administrator